Kylian Mbappe menyebut pengalaman bekerja di bawah asuhan Zinedine Zidane terasa “seperti sesuatu yang keluar dari film”. Bagi kapten Timnas Prancis itu, sosok yang dulu menjemputnya di akademi Real Madrid kini berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih yang memimpin Les Bleus, sebuah kebetulan yang menurutnya nyaris tidak masuk akal.
Pernyataan tersebut muncul menjelang laga perdana Prancis di era baru, ketika Zidane resmi menggantikan Didier Deschamps seusai Piala Dunia 2026. Dalam wawancara bersama AS, Mbappe mengungkapkan kekagumannya sekaligus kesiapannya menghadapi babak baru bersama tim nasional, yang menurutnya punya cukup waktu untuk bersiap menuju Kejuaraan Eropa dalam dua tahun ke depan.
Kutipan Mbappe soal Zidane: Seperti Adegan Film
Mbappe menceritakan pertemuan pertamanya dengan Zidane yang terjadi bertahun-tahun lalu, ketika dirinya masih berstatus pemain muda yang dibidik klub-klub besar Eropa. Saat itu, Zidane tengah bekerja di akademi Real Madrid, dan justru dialah orang pertama yang menjemput Mbappe serta mengantarnya ke kompleks latihan klub ibu kota Spanyol tersebut.
“Bertahun-tahun lalu, dialah yang pertama menjemput saya dan membawa saya ke Real Madrid, ke kompleks latihan. Saya masih 13 atau 14 tahun; itu sudah lama sekali,” kenang Mbappe. Ia menambahkan bahwa kini situasinya berubah total karena Zidane menjadi pelatih tim nasionalnya, sebuah kenyataan yang ia gambarkan sebagai sesuatu yang layak masuk layar lebar, tetapi tetap ia nilai berkualitas kelas atas.
Meski menyebut situasi itu bak adegan film, Mbappe menegaskan bahwa semuanya berjalan nyata dan serius. Ia menyebut Prancis sedang berada dalam proses baru, dengan dua tahun waktu untuk mempersiapkan diri menuju Kejuaraan Eropa, dan seluruh tim kini bekerja mengarah ke target tersebut. Komentar itu sekaligus menegaskan bahwa ia tidak ingin kisah personalnya dengan Zidane mengaburkan fokus pada prestasi bersama timnas.
Kronologi Pergantian Pelatih dari Deschamps ke Zidane
Zidane mengambil alih kursi pelatih Prancis setelah Piala Dunia 2026, turnamen yang berakhir dengan langkah Les Bleus terhenti di semifinal. Prancis kalah 2-0 dari Spanyol, yang kemudian tampil sebagai juara, sehingga perjalanan mereka harus berhenti satu langkah sebelum partai puncak.
Pergantian ini menutup periode panjang bersama Deschamps, yang menangani Les Bleus selama 14 tahun dan total 187 pertandingan, belum termasuk 103 laga saat ia masih aktif sebagai pemain. Di bawah komandonya, Prancis merebut gelar juara dunia kedua pada 2018, serta dua kali menjadi runner-up, yakni di Piala Dunia 2022 dan Euro 2016 yang digelar di tanah sendiri.
Sebagai pemain, Zidane meninggalkan jejak yang tak kalah besar dengan 108 penampilan dan 31 gol untuk Prancis. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan atas Brasil di final Piala Dunia 1998, lalu menyumbang gol lewat penalti Panenka pada final 2006 sebelum menerima kartu merah akibat insiden tandukan ke Marco Materazzi, yang berujung pada kemenangan Italia melalui adu penalti.
Menariknya, data Opta memperlihatkan bahwa Zidane datang ke kursi pelatih Prancis dengan torehan trofi sebagai juru taktik yang berbeda dari para pendahulunya. Raymond Domenech mencatatkan satu gelar Ligue 2 dan satu Tournoi de Toulon, Laurent Blanc punya satu Ligue 1, satu Coupe de la Ligue, dan dua Trophee des Champions, sementara Deschamps juga mengoleksi gelar domestik sebelum menangani tim nasional.
Jadwal Liga Negara dan Peluang Mbappe Melewati Rekor Zidane
Era baru Prancis langsung dimulai dengan laga tandang di Liga Negara melawan Turkiye pada Jumat. Setelah itu, dalam rentang dua pekan berikutnya, Prancis akan menghadapi Belgia dua kali, baik di kandang maupun tandang, serta satu pertemuan dengan Italia.
Mbappe tetap memegang ban kapten di bawah rezim kepelatihan yang baru, dan ia berpeluang melewati catatan penampilan Zidane di timnas Prancis selama jeda internasional yang panjang ini. Laga berikutnya akan menjadi penampilan ke-107 bagi Mbappe, sehingga ia berpotensi menyamai rekor Zidane saat melawan Belgia pada Senin mendatang.
Jika tampil di semua pertandingan yang dijadwalkan, Mbappe berkesempatan melampaui 108 penampilan Zidane saat menghadapi Italia pada 2 Oktober. Pencapaian itu akan menjadi penanda simbolis betapa cepatnya penyerang tersebut menapaki tangga sejarah Les Bleus, bahkan sebelum usianya memasuki masa puncak sebagai pesepak bola.
Apa Arti Era Mbappe dan Zidane bagi Prancis
Bagi Mbappe, transisi ini membawa rasa penasaran sekaligus optimisme. Ia mengakui bahwa hampir seluruh karier internasionalnya dijalani di bawah satu pelatih yang sama, sehingga kehadiran Zidane menghadirkan pengalaman yang benar-benar baru bagi seluruh skuad.
“Ini fase baru dengan pelatih baru. Ini akan menjadi pengalaman baru bagi semua orang, karena selama ini kami hanya punya Deschamps,” ujar Mbappe. Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut pasti terasa berbeda, tetapi ia yakin semuanya akan berjalan dengan baik.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa tantangan terbesar Prancis bukan sekadar menyesuaikan taktik, melainkan juga membangun budaya kerja baru setelah 14 tahun di bawah satu figur. Dengan waktu sekitar dua tahun menuju Kejuaraan Eropa, periode awal kepemimpinan Zidane akan menjadi fase penyesuaian sekaligus penentuan arah permainan tim.
Rekam Jejak Zidane dan Konteks yang Lebih Luas
Zidane merupakan satu-satunya pelatih yang mampu meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun, sebuah pencapaian yang ia torehkan bersama Real Madrid antara musim 2015-16 hingga 2017-18. Namun, setelah meninggalkan Santiago Bernabeu untuk kedua kalinya pada 2021, ia memilih tidak mengambil pekerjaan lain di level klub.
Selama periode itu, Zidane berulang kali menyatakan minatnya menangani tim nasional Prancis pada tahun-tahun terakhir masa jabatan Deschamps. Ketertarikan tersebut akhirnya terwujud, dan Mbappe mengaku antusias menantikan perubahan apa saja yang akan dibawa sang pelatih ke dalam tim.
Kombinasi antara warisan panjang Deschamps dan reputasi Zidane sebagai juru taktik berprestasi membuat ekspektasi publik Prancis berada di titik tinggi. Sorotan tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, tetapi juga pada bagaimana ia mengelola generasi pemain yang tumbuh besar dengan mengidolakan sosoknya sendiri.
Penutup
Kisah Mbappe dan Zidane menjadi salah satu narasi paling menarik dalam sepak bola Prancis saat ini: seorang pemain bintang yang dulu diantar ke akademi Real Madrid oleh legenda yang kini menjadi pelatihnya di tim nasional. Ucapan Mbappe bahwa semuanya terasa seperti adegan film menegaskan betapa tidak biasa perjalanan tersebut, meski ia dan rekan-rekannya tetap harus fokus pada pekerjaan nyata di lapangan.
Dengan laga melawan Turkiye, Belgia, dan Italia menanti, serta peluang melewati rekor 108 penampilan Zidane, jeda internasional kali ini akan menjadi ujian awal sekaligus penanda dimulainya babak baru bagi Les Bleus.
