Nashville SC Juara Supporters’ Shield, Mukhtar Siap Lebih

Nashville SC resmi menjadi juara Supporters’ Shield MLS setelah mengalahkan CF Montreal 2-0 pada laga Sabtu. Kemenangan di Stade Saputo itu membuat Nashville mengumpulkan 70 poin dan memastikan posisi teratas klasemen meski masih menyisakan tiga pertandingan. Hasil tersebut menjadi penutup pekan yang penting bagi klub, karena trofi ini datang setelah mereka tampil konsisten sepanjang musim reguler.

Bagi Nashville, ini adalah trofi kedua dalam sejarah klub setelah keberhasilan di U.S. Open Cup 2025. Hany Mukhtar menegaskan timnya tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut, menyebut Nashville “siap untuk lebih” dan berambisi menutup musim dengan capaian yang lebih besar. Ambisi itu masuk akal karena masih ada tiga laga untuk mengejar rekor poin MLS yang saat ini dipegang Inter Miami.

Kemenangan atas CF Montreal yang Mengantar Nashville SC Juara Supporters’ Shield

Nashville tidak langsung menguasai laga di Stade Saputo. Pada babak pertama, mereka hanya mencatat dua tembakan, sementara CF Montreal mampu melepaskan lima tembakan. Kondisi itu membuat Nashville perlu bekerja lebih keras untuk membuka ruang dan mencari celah di pertahanan lawan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-51 lewat gol Sam Surridge, yang menjadi gol ke-18 pemain itu di MLS musim ini. Setelah itu, Nashville mendapat bantuan ketika gol bunuh diri Samsy Keita memastikan tiga poin; bola melewati garis gawang sendiri dan membuat peluang Mukhtar tidak tercatat sebagai gol. Kemenangan 2-0 ini memperlihatkan bahwa Nashville mampu tetap efektif meski tidak mendominasi sejak awal.

Tambahan tiga poin membawa Nashville ke 70 poin dan sudah cukup untuk mengunci posisi puncak. Dengan tiga pertandingan tersisa, mereka masih memiliki ruang untuk menambah angka sekaligus menguji ketajaman skuad. Laga melawan Montreal juga menjadi bukti kemampuan tim asuhan BJ Callaghan dalam bertahan dari tekanan lalu memanfaatkan momen krusial.

Trofi Kedua dan Target Sejarah MLS

Gelar Supporters’ Shield ini menjadi trofi kedua Nashville sepanjang sejarah, menyusul kemenangan di U.S. Open Cup 2025. Klub kini tidak hanya merayakan keberhasilan, tetapi juga mulai mengarahkan perhatian pada target berikutnya, yaitu menorehkan sejarah di MLS. Fokus tersebut muncul karena musim reguler belum sepenuhnya berakhir.

Inter Miami memegang rekor poin tertinggi dalam satu musim MLS dengan 74 poin pada 2024. Nashville masih punya tiga pertandingan untuk melewati total tersebut, sehingga peluang mencatat rekor baru tetap terbuka. Jika berhasil, Nashville akan menambah makna trofi ini dengan capaian yang belum pernah dilakukan klub lain.

Modal Nashville cukup kuat karena mereka tak terkalahkan dalam tujuh laga liga terakhir, dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan itu menjelaskan mengapa Mukhtar percaya timnya masih bisa mencapai lebih banyak hal hingga akhir kampanye. Konsistensi dalam periode tersebut menjadi dasar bagi Nashville untuk menatap tiga laga sisa dengan percaya diri.

Kata Mukhtar: Siap untuk Lebih

Kepada Apple TV, Mukhtar menilai keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif seluruh tim. “Ini trofi kedua kami dalam dua tahun, dan saya rasa kami sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik bersama-sama,” ujarnya. Ia kemudian menambahkan, “Kami siap untuk lebih.”

Mukhtar juga mengingat rencana yang disusun sejak awal musim. Menurutnya, Nashville memang menargetkan persaingan untuk trofi dan ingin membuat langkah baru bagi klub maupun para pemain. Baginya, gelar Supporters’ Shield adalah bukti bahwa rencana tersebut berjalan sesuai arah.

Pernyataan Mukhtar memberi sinyal bahwa Nashville tidak ingin berpuas diri. Dengan tiga laga tersisa, fokus mereka adalah menjaga momentum sekaligus mengejar target poin yang lebih tinggi. Sikap tersebut penting karena trofi sudah diraih, tetapi peluang untuk mencatat sejarah belum tertutup.

Dampak Gelar bagi Nashville dan Persaingan MLS

Dari sisi klub, Supporters’ Shield memberi validasi atas proyek yang dijalankan BJ Callaghan. Gelar ini bukan hanya soal satu pertandingan, tetapi hasil dari konsistensi selama musim reguler, terutama dengan tujuh laga tanpa kalah. Bagi Nashville, pencapaian ini memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan yang serius di MLS.

Bagi kompetisi, kehadiran Nashville di puncak menambah daya tarik persaingan. Rekor 74 poin milik Inter Miami menjadi tolok ukur yang kini diuji oleh Nashville dalam tiga pertandingan terakhir. Jika Nashville mampu melewatinya, cerita musim ini akan semakin menarik untuk diikuti.

Bagi penggemar MLS, tiga laga sisa Nashville bukan sekadar formalitas. Ada dua hal yang bisa diamati: apakah Nashville mampu menjaga momentum setelah meraih trofi, dan apakah mereka benar-benar bisa memecahkan rekor poin. Kedua hal itu membuat perjalanan Nashville tetap layak disimak hingga pekan terakhir.

Peta Persaingan di Sekitar Nashville

Di Wilayah Timur, New England Revolution naik ke posisi kedua setelah menang 2-1 atas Philadelphia Union, meski tertinggal 15 poin dari Nashville. Dor Turgeman dan Carles Gil mencetak gol di masa tambahan waktu pada masing-masing babak, sementara Revs masih kebobolan gol hiburan Neil Pierre pada menit ke-102. Hasil ini menjaga posisi New England di kelompok atas, tetapi belum cukup untuk mengancam Nashville.

Chicago Fire juga naik ke peringkat keempat usai mengalahkan Atlanta United 3-2. Kemenangan itu membuat persaingan di zona atas Wilayah Timur tetap ketat, meski posisi Nashville sudah aman di puncak. Bagi tim-tim yang mengejar, selisih poin dengan Nashville menjadi gambaran jelas tentang dominasi mereka musim ini.

Di Wilayah Barat, FC Dallas menekan Vancouver Whitecaps setelah menang 3-0 atas San Jose Earthquakes. Petar Musa mencetak dua gol, membuat Dallas kini hanya berjarak satu poin dari Whitecaps, yang kalah 1-0 dari Colorado Rapids. Dallas juga menjauh dari St. Louis City SC di posisi ketiga, yang kalah 3-0 dari Real Salt Lake dan menelan kekalahan kedua beruntun.

Penutup

Nashville SC telah memastikan gelar Supporters’ Shield berkat kemenangan 2-0 atas CF Montreal. Trofi ini menjadi yang kedua dalam sejarah klub setelah U.S. Open Cup 2025, sekaligus menegaskan konsistensi mereka sepanjang musim reguler. Mukhtar dan rekan-rekan kini berada di posisi yang kuat untuk menutup musim dengan capaian lebih besar.

Tiga pertandingan tersisa akan menentukan apakah Nashville hanya berhenti sebagai juara atau juga mampu mencetak sejarah poin baru di MLS. Dengan modal tujuh laga tanpa kalah dan ambisi yang jelas, Nashville tampak siap untuk melangkah lebih jauh. Pernyataan Mukhtar bahwa timnya “siap untuk lebih” menjadi gambaran semangat yang akan mereka bawa hingga akhir musim.