Timnas Inggris akan menutup jeda internasional pertama musim ini dengan misi meraih kemenangan ketiga secara beruntun di ajang Nations League. Pasukan Thomas Tuchel dijadwalkan menjamu Ceko di Stadion Wembley, Selasa, dalam laga yang menjadi penutup rangkaian panjang pertandingan internasional kali ini. Menilik performa kedua tim belakangan, duel Inggris vs Ceko jelas menempatkan tuan rumah sebagai pihak yang paling diunggulkan.
Pentingnya laga ini bukan sekadar soal tiga poin. Inggris tengah membangun momentum setelah sempat menelan kekalahan 3-2 dari Spanyol di Wembley pada laga pembuka, lalu bangkit dengan mengalahkan Ceko 2-0 dan membantai Kroasia 7-0. Tuchel ingin memastikan anak asuhnya menutup rangkaian ini dengan catatan sempurna, sekaligus membuktikan bahwa lini serang mereka memang layak diperhitungkan di level tertinggi. Apalagi, Ceko datang ke London dengan modal yang jauh dari meyakinkan.
Inggris vs Ceko: Opta Pasang Tuan Rumah sebagai Favorit
Superkomputer Opta menjadikan Inggris sebagai favorit mutlak dengan probabilitas kemenangan mencapai 79,8 persen. Dari 10.000 simulasi berbasis data yang dijalankan, Ceko hanya mampu menang di 7,9 persen skenario, sedangkan peluang hasil imbang berada di angka 12,3 persen. Angka-angka ini menegaskan betapa besar jarak kualitas yang dianggap ada antara kedua tim.
Rekor pertemuan kedua tim memang membuat prediksi tersebut terasa wajar. Ceko telah kalah enam kali dari delapan pertemuan kompetitif melawan Inggris, dengan hanya dua kemenangan. Meski begitu, ada catatan menarik: Ceko selalu mampu merespons dua kekalahan beruntun dengan sebuah kemenangan, dan kini mereka baru saja menelan dua kekalahan berturut-turut.
Di Wembley, Inggris bahkan belum pernah sekalipun kalah dari Ceko dalam delapan pertemuan, dengan enam kemenangan dan dua hasil imbang. Pertemuan terakhir di stadion megah itu terjadi pada fase grup Euro 2020, ketika Three Lions menang tipis 1-0. Terakhir kali Inggris menelan dua kekalahan beruntun di laga kandang kompetitif adalah pada rentang November 1999 melawan Skotlandia hingga Oktober 2000 melawan Jerman.
Lini Serang Inggris Kian Menunjukkan Taring
Kritik sempat mengalir deras kepada Tuchel setelah Inggris tersingkir di semifinal Piala Dunia dari Argentina. Banyak penggemar menilai pendekatan sang pelatih terlalu pragmatis, bahkan cenderung pesimistis, padahal skuad ini punya limpahan talenta menyerang. Kini kritik itu perlahan terjawab lewat permainan buas di lapangan.
Dalam tiga laga sepanjang jendela internasional ini, Inggris sudah mencetak 11 gol. Sebelumnya mereka juga menang 6-4 atas Prancis dan menghancurkan Kroasia 7-0. Ini menjadi kali pertama Inggris mencetak enam gol atau lebih dalam dua pertandingan berbeda di satu tahun kalender sejak 2019, dan terakhir kali mereka melakukannya di tiga laga berbeda adalah pada 1908.
Kemenangan 7-0 atas Kroasia juga tercatat sebagai margin kemenangan terbesar Inggris atas negara yang berada di 50 besar peringkat FIFA sejak 1992. Modal itu membuat Tuchel punya alasan kuat untuk menutup rangkaian ini dengan performa dominan serupa di depan pendukung sendiri.
Geliat Pemain di Belakang Kane
Harry Kane tetap menjadi ujung tombak utama, tetapi sederet pemain di belakangnya membuktikan Inggris tak pernah kehabisan opsi menyerang. Bukayo Saka, misalnya, mencetak dua gol dengan kaki kanan dalam satu pertandingan untuk pertama kalinya sepanjang karier seniornya, baik di level klub maupun negara. Sementara itu, kemenangan atas Kroasia juga diwarnai gol dari Anthony Gordon dan Morgan Rogers.
Gordon tampil tak kalah mencolok dengan torehan gol di masing-masing empat penampilan terakhirnya bersama Inggris. Pemain terakhir selain Kane yang mampu mencetak gol dalam lima laga beruntun adalah Wayne Rooney pada rentang Oktober 2014 hingga Maret 2015. Menariknya, dua gol terakhir Gordon justru lahir dari sundulan, padahal sepanjang 248 penampilan di level klub ia belum pernah mencetak gol dengan kepala. Selain Kane, Gordon adalah satu-satunya pemain yang terlibat langsung dalam gol di lima penampilan beruntun Inggris dalam 10 tahun terakhir, dengan catatan empat gol dan dua assist.
Jude Bellingham juga mencatatkan rekor pribadi. Ia terlibat langsung dalam lebih dari dua gol dalam satu laga Inggris untuk pertama kalinya, sekaligus menjadi pemain pertama yang mencatatkan tiga assist dalam satu pertandingan bagi Three Lions sejak Trent Alexander-Arnold melawan San Marino pada November 2021. Sebelum Bellingham, gelandang terakhir yang menorehkan empat kontribusi gol dalam satu laga Inggris adalah David Platt saat mencetak empat gol ke gawang San Marino pada Februari 1993.
Sayangnya, Inggris harus kehilangan Alex Scott yang bakal absen hingga dua bulan, serta Ezri Konsa karena cedera. Rico Lewis pun dipanggil untuk menambal skuad. Meski begitu, sektor penyerangan mereka tetap utuh dan siap tampil menggigit.
Ceko Terpuruk di Dasar Klasemen
Situasi di kubu seberang jauh dari ideal. Ceko menduduki dasar grup setelah kalah pada tiga laga pembuka, yakni 3-1 dari Spanyol, 2-1 dari Kroasia, dan takluk dari Inggris. Pelatih Santi Denia bahkan kalah dalam seluruh tiga laga yang ia pimpin, dan berpotensi menjadi manajer kedua yang menelan kekalahan di empat pertandingan pertamanya bersama Ceko setelah Vaclav Jezek pada 1973, ketika negara itu masih bernama Cekoslowakia.
Tren buruk tersebut kian mengkhawatirkan. Ceko kalah di lima dari enam laga terakhir di semua kompetisi dengan satu hasil imbang, termasuk empat kekalahan beruntun. Terakhir kali mereka menelan lima kekalahan beruntun adalah antara Juli 1972 dan Maret 1973, sebuah periode kelam yang tampaknya mulai terulang.
Statistik menyerang Ceko pun jauh dari meyakinkan. Total 1,73 expected goals milik mereka menjadi yang keenam terendah di antara seluruh peserta Nations League 2026-27. Mereka hanya melepaskan 16 tembakan, dengan hanya Gibraltar (14) dan Liechtenstein (sembilan) yang lebih sedikit. Di sektor pertahanan, hanya enam tim yang kebobolan lebih banyak dari Ceko yang sudah kemasukan tujuh gol, dan mereka telah menghadapi 56 tembakan atau rata-rata 18,7 per laga, dengan 22 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Pemain yang Patut Diwaspadai
Dari kubu Inggris, sorotan utama tertuju pada Harry Kane. Jika tampil dalam laga ini, ia akan mencatatkan penampilan ke-125 bersama Inggris dan menyamai Peter Shilton sebagai pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Three Lions. Dengan dua gol di laga sebelumnya, Kane menjadi pemain pertama yang mencetak 10 gol atau lebih di tiga tahun kalender berbeda untuk Inggris, yakni 11 gol pada 2026, 16 gol pada 2021, dan 12 gol pada 2019. Hingga kini ia telah mengoleksi 89 gol dari 124 caps dan berpeluang besar mendekati angka satu abad pada tahun 2026.
Di kubu Ceko, Adam Hlozek menjadi salah satu dari sedikit pemain yang menonjol di tengah performa tim yang lesu. Ia memimpin skuadnya dalam tiga laga terakhir untuk kontribusi gol dengan dua assist, jumlah tembakan sebanyak empat, dan peluang yang diciptakan juga empat. Pertahanan Inggris mungkin tak perlu terlalu khawatir, tetapi Hlozek bisa merepotkan jika dibiarkan mendapat ruang.
Apa Arti Laga Ini bagi Kedua Tim
Bagi Inggris, pertandingan ini adalah kesempatan menegaskan bahwa mereka serius bersaing di Nations League setelah awal yang sempat goyah. Kemenangan akan memantapkan posisi mereka di puncak grup sekaligus menjaga kepercayaan diri skuad di bawah asuhan Tuchel. Lebih dari itu, hasil positif di Wembley akan menjadi jawaban atas keraguan soal gaya bermain yang selama ini dipertanyakan.
Sebaliknya, Ceko berada di titik kritis. Kekalahan lagi akan memperpanjang tren negatif dan menambah tekanan besar pada Denia yang belum sekalipun meraih kemenangan. Dengan lini serang yang tumpul dan pertahanan yang rapuh, misi mereka di London bakal terasa seperti mendaki tebing terjal, terutama menghadapi tim yang sedang dalam performa terbaik mencetak gol.
Duel ini sekaligus menggambarkan jarak antara tim papan atas dan tim yang tengah kesulitan di kompetisi antarbangsa Eropa. Inggris maupun tim-tim besar lain di Nations League terus menunjukkan ketajaman, sementara Ceko menjadi contoh bagaimana sebuah tim bisa terjebak dalam keterpurukan berkepanjangan.
Kesimpulan
Laga Inggris vs Ceko di Wembley menempatkan tuan rumah sebagai favorit besar, baik menurut data Opta maupun rekor pertemuan kedua tim. Inggris datang dengan lini serang yang tajam dan mencetak banyak gol, sedangkan Ceko berjuang keluar dari dasar klasemen tanpa satu pun kemenangan. Dengan modal yang ada, Tuchel berpeluang besar menutup jeda internasional ini dengan kemenangan ketiga secara beruntun.
Bagi para penggemar, pertandingan ini layak ditunggu bukan hanya untuk melihat apakah Inggris kembali berpesta gol, tetapi juga bagaimana Ceko mencoba bangkit dari keterpurukan. Terlepas dari hasil akhirnya, duel ini akan memberi gambaran jelas tentang arah kedua tim menjelang laga-laga berikutnya di Nations League.
