Manchester United melakukan pendekatan dramatis di menit-menit akhir bursa transfer untuk merekrut Rayan Ait-Nouri dari Manchester City. Menurut laporan Ben Jacobs, manajemen Old Trafford menghubungi tetangga sekota mereka hanya sekitar dua jam sebelum tenggat Deadline Day berakhir. Namun, upaya tersebut langsung dipatahkan oleh Manchester City yang menolak melepas bek kiri asal Aljazair itu.
Keinginan United untuk memboyong Ait-Nouri muncul di tengah kebutuhan mendesak untuk menambah opsi di posisi bek kiri. Sebelumnya, Harry Amass menjadi incaran sejumlah klub Championship, tetapi pemain muda itu akhirnya bertahan di sisi merah Manchester. Situasi inilah yang mendorong manajemen United untuk mencari alternatif lain, dan nama Ait-Nouri pun muncul sebagai target dadakan di penghujung bursa.
Upaya Mendadak Manchester United di Hari Terakhir Bursa
Ben Jacobs melaporkan bahwa Manchester United menghubungi Manchester City untuk menanyakan kemungkinan transfer Rayan Ait-Nouri pada hari terakhir bursa transfer. Pendekatan awal ini dilakukan dengan sisa waktu hanya dua jam sebelum bursa ditutup pada Selasa malam pukul 23.00 waktu setempat. Jacobs juga menambahkan bahwa belum jelas apakah pembicaraan bakal berlanjut pada malam tersebut setelah pendekatan awal dilakukan.
Namun, kabar cepat datang dari pakar transfer Italia, Fabrizio Romano, yang melaporkan bahwa Manchester City menolak melepas Ait-Nouri. City diyakini menganggap kesepakatan itu tidak mungkin terjadi hanya dalam hitungan jam. Dengan demikian, upaya dramatis Manchester United untuk memboyong pemain berusia 25 tahun itu berakhir tanpa hasil.
Perjalanan Rayan Ait-Nouri di Manchester City
Rayan Ait-Nouri bergabung dengan Manchester City pada musim panas sebelumnya dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai £31 juta dari Wolverhampton Wanderers. Kedatangannya kala itu sempat menimbulkan optimisme karena ia dianggap sebagai salah satu bek kiri muda terbaik di Premier League. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain karena ia kesulitan menembus tim utama The Citizens.
Pada musim terakhir Pep Guardiola menukangi City, Ait-Nouri hanya mampu mencatatkan 17 penampilan di Premier League. Ia bahkan hanya tampil dalam dua dari enam pertandingan terakhir City di semua kompetisi. Angka-angka ini menunjukkan betapa minimnya kepercayaan yang ia dapatkan sepanjang musim tersebut.
Memasuki musim ini, peluang Ait-Nouri makin sempit di bawah manajer anyar Enzo Maresca. Pemain dengan 34 caps bersama tim nasional Aljazair itu belum tampil dalam satu pun pertandingan kompetitif bersama City. Bahkan, dalam kemenangan 4-1 City atas Crystal Palace akhir pekan lalu, ia hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan.
Persaingan Ketat di Posisi Bek Kiri The Citizens
Salah satu alasan utama minimnya menit bermain Ait-Nouri adalah persaingan yang sangat ketat di posisi bek kiri Manchester City. Josko Gvardiol yang sudah mapan dan Nico O’Reilly yang serba bisa menjadi dua nama yang lebih diutamakan oleh Enzo Maresca. Dengan hierarki yang jelas seperti ini, wajar apabila Ait-Nouri kerap menjadi penghangat bangku cadangan.
Spekulasi soal masa depan Ait-Nouri sebenarnya sudah mencuat sejak awal musim panas. Beberapa pihak menilai ia bisa segera dilepas oleh City karena minimnya kesempatan bermain. Namun, sikap tegas City yang menolak pendekatan Manchester United menunjukkan bahwa mereka masih punya rencana untuk pemain tersebut.
Dampak Penolakan bagi Manchester United dan Ait-Nouri
Kegagalan mendatangkan Ait-Nouri jelas menjadi pukulan bagi Manchester United yang tengah berburu bek kiri baru. Setan Merah harus segera mencari opsi lain atau bertahan dengan skuad yang ada hingga bursa berikutnya. Situasi ini juga menegaskan bahwa Manchester City enggan melemahkan kedalaman skuadnya di tengah persaingan musim ini.
Di sisi lain, Ait-Nouri harus kembali bersabar memperjuangkan tempat di skuad utama Manchester City. Kualitasnya sebagai pemain internasional Aljazair tidak perlu diragukan, tetapi persaingan di Etihad Stadium sangatlah keras. Ia pun dituntut untuk bekerja ekstra keras demi mendapatkan kepercayaan dari Enzo Maresca.
Konteks Deadline Day dan Langkah Selanjutnya
Deadline Day selalu menjadi momen paling menegangkan dalam kalender bursa transfer, dan musim ini tidak terkecuali. Klub-klub besar kerap melakukan manuver mendadak di menit-menit akhir, persis seperti yang dilakukan Manchester United terhadap Ait-Nouri. Meski gagal kali ini, publik akan tetap menunggu langkah berikutnya dari Setan Merah, termasuk kemungkinan pembukaan bursa Januari nanti.
Sementara itu, Manchester City menunjukkan ketegasan dengan mempertahankan Ait-Nouri meski ia jarang dimainkan. Hal ini bisa dimaknai sebagai sinyal bahwa pelatih masih memperhitungkannya dalam rencana jangka panjang. Apakah Ait-Nouri bakal mendapat kesempatan lebih banyak di sisa musim ini, atau justru menjadi bahan negosiasi pada bursa mendatang, hanya waktu yang bisa menjawab.
Kesimpulannya, Manchester United telah berupaya maksimal untuk mendatangkan Rayan Ait-Nouri di hari terakhir bursa transfer, tetapi kandas oleh penolakan Manchester City. Fakta bahwa City menolak melepas pemainnya yang minim menit bermain menunjukkan bahwa nilai Ait-Nouri masih tinggi di mata klub. Bagi United, kegagalan ini menjadi pengingat bahwa negosiasi menit akhir selalu penuh ketidakpastian.
Di sisi lain, Ait-Nouri tetap menjadi pemain yang menarik untuk dipantau perkembangannya di sisa musim ini. Persaingan ketat di Manchester City akan menjadi ujian mental sekaligus kualitas baginya. Hingga tiba waktunya, nama Rayan Ait-Nouri kemungkinan besar akan terus dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.
